Setengah hari kemarin saya habiskan untuk menonton serial drama turki, Marasli, di Youtube. Nyaris selesai ditonton dari jumlah series yang tersedia hingga sadar ternyata series itu belum tamat. Mendadak tak bersemangat melanjutkan. Anggap saja, ini intuisi hati supaya di akhir episode yang ada tidak kecewa, penuh tanya, atau menerima realita kalau episode berikutnya akan tayang satu minggu lagi (minimalnya).
Dimulai dari saya yang telah mengakhiri aktivitas berselancar di medsos untuk tidur, my mind gave me some thoughts to be think of. Hmm rasanya seperti ketika kamu sudah menutup mata, beberapa pikiran ini ada di kepala dan 'butuh dipikirkan' 😅. Lucunya, ketika saya mencoba membayangkan suatu hal yang indah alih-alih mengalihkannya, pikiran-pikiran ini layaknya berbaris setelahnya, seperti 'yuk dipikir yuuuk'.
Akhirnya saya pindah ke kamar kakak yang pasti masih ada kegiatan disana, setidaknya pikiran ini akan beralih dengan 'what's going on'annya. Sebab dirasa ini mengganggu, saya teringat sebuah postingan di Instagram beberapa waktu lalu terkait HSP atau Highly Sensitive Person. Dimana dulu sempat merasa klik dengan beberapa point yang ada.
Emm, kadang lucu rasanya ketika kamu harus 'merasakan' lebih dari lainnya. Tapi, lega juga akhirnya memahami mengapa beberapa hal-hal tadi suka menghiasi hari. Ohhh ternyata perlu adanya kontrol pikiran, ternyata wajar begitu mudah terdistraksi, ternyata memang ada plus dan minusnya. Alhamdulillah, dan syukuri yaak.
If you feel the same feelings, boleh berkunjung ke postingan hannyfzh on Instagram about HSP (she gave some references to know more, well, I can't cuz I'm not looking for those yet :p) or looking for another reference that appropriate.
Komentar
Posting Komentar