Langsung ke konten utama

❤️

 


 


Ini artinya apa?

Allah maha berkehendak atas segala sesuatu. Sangat mungkin bagi Allah menjadikan yang sulit terasa mudah atau pula sebaliknya.

Tetap beriktiar, langitkan do'a, dan pasrahkan ke depannya padaNya. Sungguh aku pun tidak berdaya dalam hal ini. Lagi-lagi aku teringat bahwa bisa jadi ada suatu perkara dalam hidupku yang mana aku tidak begitu menyukainya namun bagiNya itulah yang terbaik, atau pula ada perkara yang aku sukai namun bagiNya itu bukan yang terbaik. Wallahu ya'lamu wa antum laa ta'lamun.

Bismillah. Tetap berserah kepadaNya..

Coba ingatlah momen dimana aku ditakdirkan untuk masuk ke UIN Malang, sungguh aku malu berdo'a pada Rabb ku hari itu, aku memohon padaNya yang terbaik sedang aku merasa itulah pilihan yg mungkin terbaik. 

Walhasil hari-hariku di UIN Malang bukanlah hari yang mudah. Masuk ke sana saja adalah hal yg ternyata amat sulit (catat: amat sulit). Namun nilai2 ambisku selama SMA di Smansa memberikan jawaban tersendiri. Buah dari kejujuran selama SMA 😄, alhamdulillah yaa Allah.

Lanjut, seperti yang kusebutkan tadi, masa kuliahku bisa dikatakan menyenangkan namun tetap saja, ada rentetan amanah dan tuntutan yang tidak lepas kala itu. Aku memiliki pilihan, tentu saja, mau lanjut atau pindah. Namun saat itu aku meyakini, jika Allah berkehendak hal ini terjadi di hidupku, maka Dia pun pasti mengetahui bahwa aku mampu melewatinya. Ibarat kapasitas kita 500kg (dalam satuan berat), tidak mungkin bagi Allah memberikan masalah 500,1 dst. 

Walhasil dari peliknya masa kuliahku dulu, hari-hari itu sangat ingin membuatku penuh syukur, bahwa ketenangan itu luar biasa. Tidak diikuti tuntutan menyeramkan yang membuat hatiku harus takut ini dan itu. Berulang kali aku memeluk diriku sendiri, kucari-cari waktu agar bisa naik ke lantai atas bangunan, untuk merenung dan berterima kasih. Bahwa perjalanan hidup memanglah tidak mudah dan berada di titik itu adalah nikmat yang harus kusyukuri.

Waktu berlalu, dengan penuh lika-liku aku lulus dan bekerja di sebuah sekolah di kota asalku. Tidak banyak yg aku ceritakan tapi tempat ini adalah penggemblenganku yang berikutnya :'). Banyak air mata yang terkuras, namun lagi-lagi aku bersyukur untuk pengalamanku berada di sekolah ini. Membuat aku harus lebih kuat lagi, lebih melek, dan mengajarkanku banyak hal. Meskipun, ya, tiada waktu dalam sebulan pastinya aku tidak menangis hehe. 

Waktu berlalu, sudah sebulan lebih aku tidak lagi disana, ya, aku lulus cpns, alhamdulillah yaa Allah. Dalam waktu dekat pula aku berencana menikah (semoga Allah mudahkan).

Tantangan apa berikutnya?

Aku pun tidak tahu, namun mari kita mengambil start lebih dulu, untuk lebih stabil dalam manajemen diri, bismillah. Semoga masa kerjaku sekaligus berumah tangga nanti Allah rahmati kami, Allah naungi kami, Allah berikan kami ketenangan, sakinah mawaddah wa rahmah bersama hingga akhir hayat kami, Aamiin🤲🏻.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Highly Sensitive Person (HSP)

     Setengah hari kemarin saya habiskan untuk menonton serial drama turki, Marasli, di Youtube. Nyaris selesai ditonton dari jumlah series yang tersedia hingga sadar ternyata series itu belum tamat. Mendadak tak bersemangat melanjutkan. Anggap saja, ini intuisi hati supaya di akhir episode yang ada tidak kecewa, penuh tanya, atau menerima realita kalau episode berikutnya akan tayang satu minggu lagi (minimalnya).    Hal sederhana yang mulai mengganggu adalah ternyata efek dari film itu benar-benar terbawa, baik emosi warna-warni seorang gadis bernama 'Mahur', gaya bahasa, juga potongan kejadian di film itu juga terasa berkeliling di kepala dalam beberapa waktu. Hal ini tentunya bisa dianggap wajar karena normal pada dasarnya merasa begitu. Namun tidak hingga saya menyadari bahwa semua yang dirasakan 'agak' mengganggu.    Dimulai dari saya yang telah mengakhiri aktivitas berselancar di medsos untuk tidur, my mind gave me some thoughts to be think of ...

Terima Kasih

Sudah seberapa sering kita berterima kasih pada diri sendiri. Untuk usahanya, lelahnya, juga hal lainnya yang patut kita syukuri. Belakangan ini kayanya agak jarang, ya. Ujian yang suka sekali datang bukan hal sederhana yg bisa diminta mengalir begitu saja, meskipun maunya juga begitu. Kadang, merasa baper sendiri, "Ya Allah.. beneran ini ujianku gini..?" Wkwk gitu amat ya. Bahkan saat capek-capeknya keingat ujian itu kan sebenarnya dalam batas mampu kita. La yukallifullahu nafsan illa wus'aha . Malah belakangan suka mikir, ya Allah bisa gak aku gak usah dikasih kemampuan dalam hal ini aja, biar masalahnya gak seberat ini. Bisa dicukupin aja, gak?. Hehe, berat kali ya nak. Tapi sesuai dengan judul ini, kita gak akan bahas rasa lelah dari hal-hal yang sudah terjadi. Semua pada dasarnya adalah proses. Allah menempatkan kita pada posisi-posisi tertentu tentu karena kita bisa melewatinya, entah dengan terseok, berjalan, atau pula berlari. Gapapa, nak. Ada pelajaran dari setia...