Sudah seberapa sering kita berterima kasih pada diri sendiri. Untuk usahanya, lelahnya, juga hal lainnya yang patut kita syukuri. Belakangan ini kayanya agak jarang, ya.
Ujian yang suka sekali datang bukan hal sederhana yg bisa diminta mengalir begitu saja, meskipun maunya juga begitu. Kadang, merasa baper sendiri,
"Ya Allah.. beneran ini ujianku gini..?"
Wkwk gitu amat ya. Bahkan saat capek-capeknya keingat ujian itu kan sebenarnya dalam batas mampu kita. La yukallifullahu nafsan illa wus'aha. Malah belakangan suka mikir, ya Allah bisa gak aku gak usah dikasih kemampuan dalam hal ini aja, biar masalahnya gak seberat ini. Bisa dicukupin aja, gak?. Hehe, berat kali ya nak.
Tapi sesuai dengan judul ini, kita gak akan bahas rasa lelah dari hal-hal yang sudah terjadi. Semua pada dasarnya adalah proses. Allah menempatkan kita pada posisi-posisi tertentu tentu karena kita bisa melewatinya, entah dengan terseok, berjalan, atau pula berlari. Gapapa, nak. Ada pelajaran dari setiap kejadian, manis atau pahit, terima saja. Dari semua yang sudah menghampiri, menuliskan ulang mimpi dan usaha ke depan terasa cukup menyenangkan. Meskipun beberapa diantaranya terasa monoton, selama itu memberikan dampak positif, kenapa enggak.
Semoga Allah selalu memudahkanmu, ya. Lelah dan letihmu semoga selalu menghantarkan pada hal baik yang akan kau cabut hikmah yang tersimpan di dalamnya. Allah tidak main-main memilih dan menempatkan dalam posisi yang sulit, jalani dan istiqomahlah di dekatNya, meskipun menjalaninya tidak semudah mengetiknya. Bismilliah, new goals, new you :)
Komentar
Posting Komentar