Langsung ke konten utama

Kepada Tuhan (2)

Tuhan...
Aku khawatir bila aku akan jatuh cinta kelak.
Engkau tahu benar, jenis rasa suka apa yang aku maksud ini.
Iya, rasa suka yang duluan menembus hatiku bahkan tanpa meminta izin. Rasa itu muncul saja, atau aku yang terus memancing kehadirannya tanpa sadar.
Aku khawatir, Tuhan.
Bagaimana bila aku menemukan sosok dia yang aku cari.
Bagaimana bila aku jatuh hati padanya ? Di usiaku yang belum pasti dapat dikatakan boleh untuk memiliki hubungan. Karena pada saat itu aku yakin, akan ada banyak hal yang harus aku selesaikan.
Aku khawatir, Tuhan..
Atau, bagaimana jika dia yang datang ? Dengan  berani dia bawa dirinya padaku. Mengatakan bahwa dia ingin menetap. Dan berjanji akan berada di tempat yang sama. Dan berlaku bahwa ' semua akan baik-baik saja, Lu'
Tidak.
Dia salah. Benar, kan?
Karena sebaik-baiknya ada yang menyukaiku, dia tidak harus menunjukkannya. Dia tidak harus berbuat banyak untuk itu, terutama agar aku tahu. Karena, bila aku menyukaimu pun, akan kucoba simpan kartu rasa itu di rak hatiku yang paling dalam.
Namun, bagaimana bila ia ingin aku mengetahuinya ? Dia muak untuk terus bermuka dua seakan dia tidak memiliki hati yang tidak dapat merasakan apapun. Biar kukatakan, bicaralah dengan Tuhanmu. Apa kau akan benar-benar menyelipakan aku dalam do'a dan menghadap Tuhan dengan keberanian yang sama ?
Bilapun kau tidak tertarik melakukannya. Mungkin, rasa itu hanyalah syahwat belaka. Syaithan yang terus merong-rong di kedua telingamu juga hatimu yang terus mendapat bisikan darinya. Karena kau paham benar, sukamu bukan karena Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

❤️

    Ini artinya apa? Allah maha berkehendak atas segala sesuatu. Sangat mungkin bagi Allah menjadikan yang sulit terasa mudah atau pula sebaliknya. Tetap beriktiar, langitkan do'a, dan pasrahkan ke depannya padaNya. Sungguh aku pun tidak berdaya dalam hal ini. Lagi-lagi aku teringat bahwa bisa jadi ada suatu perkara dalam hidupku yang mana aku tidak begitu menyukainya namun bagiNya itulah yang terbaik, atau pula ada perkara yang aku sukai namun bagiNya itu bukan yang terbaik. Wallahu ya'lamu wa antum laa ta'lamun. Bismillah. Tetap berserah kepadaNya.. Coba ingatlah momen dimana aku ditakdirkan untuk masuk ke UIN Malang, sungguh aku malu berdo'a pada Rabb ku hari itu, aku memohon padaNya yang terbaik sedang aku merasa itulah pilihan yg mungkin terbaik.  Walhasil hari-hariku di UIN Malang bukanlah hari yang mudah. Masuk ke sana saja adalah hal yg ternyata amat sulit (catat: amat sulit). Namun nilai2 ambisku selama SMA di Smansa memberikan jawaban tersendiri. Buah dari kej...

Highly Sensitive Person (HSP)

     Setengah hari kemarin saya habiskan untuk menonton serial drama turki, Marasli, di Youtube. Nyaris selesai ditonton dari jumlah series yang tersedia hingga sadar ternyata series itu belum tamat. Mendadak tak bersemangat melanjutkan. Anggap saja, ini intuisi hati supaya di akhir episode yang ada tidak kecewa, penuh tanya, atau menerima realita kalau episode berikutnya akan tayang satu minggu lagi (minimalnya).    Hal sederhana yang mulai mengganggu adalah ternyata efek dari film itu benar-benar terbawa, baik emosi warna-warni seorang gadis bernama 'Mahur', gaya bahasa, juga potongan kejadian di film itu juga terasa berkeliling di kepala dalam beberapa waktu. Hal ini tentunya bisa dianggap wajar karena normal pada dasarnya merasa begitu. Namun tidak hingga saya menyadari bahwa semua yang dirasakan 'agak' mengganggu.    Dimulai dari saya yang telah mengakhiri aktivitas berselancar di medsos untuk tidur, my mind gave me some thoughts to be think of ...

How Was Your Limit Time?

       Setelah kepulangan orang-orang terdekat belakangan, kabar duka terasa menampar dan menyadarkan, “ You just have a limit time, bro. ”           Pulang, kita semua pasti pulang. Entah kapan, hari ini, besok, atau minggu depan, hanya catatanNya yang mampu menyimpan rapat rahasia penjemputan itu.         Hidup dalam panggung sandiwara Tuhan, semua layaknya pemeran yang tentu saja memiliki jam tayang yang berbeda-beda. Peran dan tugas yang berbeda, sesederhana kita membandingkan hidup kita dengan orang lain, it simply basics .         Berbicara membandingkan diri dengan orang lain, bukankah itu terkadang hal yang suka kita lakukan ? I guess, it’s okay for some of things, but don’t swallow it all. Membandingkan diri memiliki pengaruh yang baik, salah satunya adalah mengukur kapasitas diri kita. But if we’re just too blind of it, you just will get the risk. Jika kita berlarut dalam ...