Kita
sering melihat sebuah masalah sebagai masalah. Atau juga, menganggap masalah
sebagai ujian atau balasan. Iya balasan, bukan karma, teman. Itu berbeda.
Tapi, apa faedahnya kita memahami 'persepsi' ini ?
Sebenarnya, aku tak begitu tertarik
menyampaikan hal- hal yang berbau anjuran
ataupun nasihat. Iya, sebenarnya. Biasanya, setelah seorang Aku memberitahukan hal-hal
yang benar, Tuhan akan segera menimpalkan ujian. Because, i was thougt that life is studying. Iya, belajar, belajar
dengan caranya masing-masing. Setelah bisa membandingkan hal yang benar dan
salah, barulah kita memahami. Dan, bisa jadi tertarik untuk
memberitahukan orang lain juga, mengenai hal yang benar dan salah. Barulah, menurutku, Tuhan akan memberikan
tes.
Dari anggapan tadi mampukah kamu mempertahankan-nya. Yang memang sebenarnya benar. Cuman, kamu dituntut untuk bisa memegang pemahaman kamu tadi. Mampukah kamu mempertanggungjawabkan-nya ? Kalau iya, berarti kamu lolos, mungkin di masalah yang akan datang, anggapan kamu tadi bukan hanya sebagai persepsi, tapi sebagai respon di lapangan.
Dari anggapan tadi mampukah kamu mempertahankan-nya. Yang memang sebenarnya benar. Cuman, kamu dituntut untuk bisa memegang pemahaman kamu tadi. Mampukah kamu mempertanggungjawabkan-nya ? Kalau iya, berarti kamu lolos, mungkin di masalah yang akan datang, anggapan kamu tadi bukan hanya sebagai persepsi, tapi sebagai respon di lapangan.
Life
is never flat. Aku setuju dengan ungkapan itu. Nggak ada manusia di muka bumi ini yang hidup tanpa masalah. Pun
juga kamu, yang mungkin pernah berfikir
ingin memiliki hidup yang ‘damai’. Hm, tapi, hidup damai itu bukan berarti
bebas masalah, kan ? Iyalah, Rasulullah SAW aja yang jelas- jelas kekasih Sang
Pencipta masih di kasih ujian, yang jauh lebih berat malah. Kenapa, ya ?
Terkadang, persepsi yang salah bisa
menjatuhkan kita. Coba bedain, ketika masalah datang, ada di posisi manakah
kamu diantara orang yang ‘anti masalah’ atau menolak untuk menghadapi masalah
atau juga orang yang beranggapan bahwa masalah itu bencana dengan orang yang receiver problem.
Sebenarnya, masalah itu bukan masalah, bagiku. Tapi
terkadang aku juga terhanyut ke dalam masalah. Menurutku, masalah itu seperti
tantangan saat main game. Iya, kamu dituntut bisa menyelesaikan ini dan itu,
juga mengumpulkan ini itu. Jika kamu berhasil, barulah kamu lolos ke tahap
selanjutnya. Hidup juga demikian dalam mengahadapi masalah. Mereka yang sudah
lebih sukses dari kamu, tentu suka bermain game dan berada di level yang
tinggi. Tapi, jika kamu tetap berada di comfort
zone kamu, dimana kamu merasa nyaman dengan keberadaanmu saat ini, padahal
kamu sama sekali gak produktif.
Jadi, penting bagi kita menganggap masalah itu
sebagai tantangan. Iya, kamu di tantang. Alhamdulillah jika kamu sudah berjiwa
kompetitif, jadi langsung hadapin dengan positive thinking dan beranggapan
kalau kamu mampu, meski baru mau berusaha
menghadapi. Jadi, turn over a new leaf, teman! Jangan takut menghadapi masalah,
terlebih kamu harus tahu kalau masalah yang kamu hadapi akan menguatkan kamu
bukan malah melemahkan. Iya, sama seperti minum obat sirup, mungkin ada rasa takut dalam diri kamu untuk
meminumnya, tapi pada akhirnya kamu akan paham kalau obat itu penting.
Carpe diem, teman!
Komentar
Posting Komentar