Hari
ini, hari yang menguras mineral tubuh. Bagaimana tidak ?
Jadi,
awal mulanya, sekitar jam 14.00 siang tadi, ada panggilan tiba- tiba dari
keluarga untuk ziarah. Aku, diumur tujuh
belas yang belum pernah melakukan ziarah ini merasa ‘ingin melakukan ziarah’.
Mama nggak bisa ikut dan akhirnya aku ikut bersama keluarga besar. Iya, kali
ini kita ziarah-in makam-nya Almarhum Kakek, juga Mamanya, dan Almarhum Paman.
Aku gak tau apa yang mesti dibawa atau
dipersiapkan. Mama cuman berpesan “Jangan
lupa dibaca-in Lu, nanti bacain Al -Fatihah... “. Sudah, hanya itu kalimat yang kudengar,
juga kuingat. Alhasil, aku langsung siap-siap mengajukan diri untuk ikut. Pas udah
ngambil tas dari kamar malah ditegur Mama. "Nggak perlu paket tas-lah", katanya. Yaudah, aku cuman membawa handphone dan jalan ke rumah tante yang berjarak satu
rumah, biar sama-sama.
Sampai-pun di makam. Keluargaku melihati
kondisi makam, membersihkan sebentar, dan para tante-ku langsung ready duduk dan membuka buku-buku bacaan
gitu. Iya, isinya para surah. Aku yang nggak tau–menau jadi langsung buka Qur’an
di handphone. Untung aja di aplikasi pengingat adzan, juga terdapat Al- Qur’an.
Langsulah sok membaca juga, berhubung masih di ayat awalan.
Membaca penuh khidmat, apalagi tante-ku
yang pinter ngaji. Suaranya nyaring, banget. Dibawah terik matahari, bersama dengan lantunan surah Yasin. Aku mendramatisir keadaanku
sendiri yang duduk di depan nisan sambil membaca Al – Qur’an dengan keringat
yang mengucur.
Sehabis dari makam, kita pulang. Itu jam
setengah empat. Dan aku baru ingat kalau aku menjanjikan pada sekbid-ku (seksi
bidang) untuk turun ke sekolah sore ini. Yaudah, sampai rumah, mandi,
langsung berangkat ke sekolah. Sebenarnya, aku nggak suka telat. Apalagi sampai
ditungguin, jadi aku nggak mikir apa-apa lagi. Pokoknya harus sampai ke
sekolah dengan segera.
Sampai di sekolah, Alhamdulillah aku nggak
ngecewain. Iya, aku yang pertama datang. Disusul dua adek kelas. Aku tak ingin
cerita banyak disini. Tapi, aku senang dengan jiwa-jiwa adek kelas-ku yang strong ini. Hehe. Jadi, kita ke sekolah buat ngurus perlengakapan
salat. Dan itu tanggung jawabku di organisasi ROHIS disekolah, karena sudah
menjadi program kerja sekbid ‘bakti-sosial’ mengurusnya.
Kerjaan di sekolah juga menguras keringat.
Alhasil, pulang-pulang aku mampir dulu nyari minuman yang seger. Tapi, satu hal
yang membekas di hari ini, iya kita.
Maksudku aku dan adek-adek kelas hari ini. Hari ini aku membuka diri,
bercerita lepas. Karena biasanya aku tak suka cerita banyak ke mereka.
Ya,
begitulah. Tapi, hari ini akan jadi salah
satu dari hari yang diingat oleh aku di masa mendatang. Masa manis-manisnya
jadi anak SMA. Entahlah, kupikir masa ‘manis’ anak SMA bukan hanya pada persepsi “aku,
kamu, dan kita” aja. Hehe. Iya, terkadang berkumpul bersama sekawanan dan
tertawa lepas, lebih aku cintai. Iya, karena itu yang ku-dalami.
Carpe
diem, teman!
Komentar
Posting Komentar