Langsung ke konten utama

Postingan

Highly Sensitive Person (HSP)

     Setengah hari kemarin saya habiskan untuk menonton serial drama turki, Marasli, di Youtube. Nyaris selesai ditonton dari jumlah series yang tersedia hingga sadar ternyata series itu belum tamat. Mendadak tak bersemangat melanjutkan. Anggap saja, ini intuisi hati supaya di akhir episode yang ada tidak kecewa, penuh tanya, atau menerima realita kalau episode berikutnya akan tayang satu minggu lagi (minimalnya).    Hal sederhana yang mulai mengganggu adalah ternyata efek dari film itu benar-benar terbawa, baik emosi warna-warni seorang gadis bernama 'Mahur', gaya bahasa, juga potongan kejadian di film itu juga terasa berkeliling di kepala dalam beberapa waktu. Hal ini tentunya bisa dianggap wajar karena normal pada dasarnya merasa begitu. Namun tidak hingga saya menyadari bahwa semua yang dirasakan 'agak' mengganggu.    Dimulai dari saya yang telah mengakhiri aktivitas berselancar di medsos untuk tidur, my mind gave me some thoughts to be think of ...

How Was Your Limit Time?

       Setelah kepulangan orang-orang terdekat belakangan, kabar duka terasa menampar dan menyadarkan, “ You just have a limit time, bro. ”           Pulang, kita semua pasti pulang. Entah kapan, hari ini, besok, atau minggu depan, hanya catatanNya yang mampu menyimpan rapat rahasia penjemputan itu.         Hidup dalam panggung sandiwara Tuhan, semua layaknya pemeran yang tentu saja memiliki jam tayang yang berbeda-beda. Peran dan tugas yang berbeda, sesederhana kita membandingkan hidup kita dengan orang lain, it simply basics .         Berbicara membandingkan diri dengan orang lain, bukankah itu terkadang hal yang suka kita lakukan ? I guess, it’s okay for some of things, but don’t swallow it all. Membandingkan diri memiliki pengaruh yang baik, salah satunya adalah mengukur kapasitas diri kita. But if we’re just too blind of it, you just will get the risk. Jika kita berlarut dalam ...

Untuk Kamu

  Siapapun kamu yang merasa hari ini pikulan di punggungnya terlalu berat, selamat ya. Siapapun kamu yang merasa bebannya tak wajar, selamat ya. Siapapun kamu yang merasa tak nyaman dengan sesuatu, selamat ya. dan, siapapun kamu yang merasa lelah tapi masih berdiri, nggak ada ungkapan lain, kamu keren.              Secara nggak langsung aku yakin kamu sadar kalau masalah-masalahmu just push you up . Memaksa kamu menjalani hari-hari mu dengan perasaan tak nyaman, pikiran yang terus terbawa, atau perasaan kurang enak lainnya. Memang bukan hal yang wajar dan membuat kamu nyaman, tapi terkadang kita memang tidak punya pilihan. Semoga kamu selalu ingat ya, semua rasa ketidaknyamanan itu nggak lain adalah cara Tuhan menepuk pundakmu, permulaan cara bahwa Dia ingin kamu dua kali lebih kuat dari yang sebelumnya.               Semoga langkahmu selalu d...

Omong-omong Menikah…

               Berbicara tentang menikah jujur dua tahun yang lalu tepatnya awal pertama aku menginjakkan kaki di Malang, adalah moment yang kadang bikin geli sendiri di saat ini jadi pembicaraan hangat temen-temen kamar Ma’had. Nikah memang moment yang spesial, tapi enggak juga mesti dibahas melulu kan, toh itu juga hal yang InsyaaAllah didapati dalam waktu beberapa tahun ke depan. Terbilang kaget dan gemas sendiri kalau lagi-lagi nikah sedang marak diperbincangkan. Kalau bisa kembali ke waktu itu dan mengutarakan isi pikiranku mungkin hanya cerurutan yang ada di kepalaku haha “Bahas nikah lagi? Apa sih, sekolah dulu kali!”             By the way tiba-tiba membahas nikah bukan berarti aku sedang proses akan menikah juga sih hehehe. Cuman enam bulan belakang, entah kenapa pembahasan ini berasa seru. Mulai dari psikologi wanita dan pria yang ternyata itu seru banget buat dipelajari, mis...