Langsung ke konten utama

Postingan

Untuk Kamu

  Siapapun kamu yang merasa hari ini pikulan di punggungnya terlalu berat, selamat ya. Siapapun kamu yang merasa bebannya tak wajar, selamat ya. Siapapun kamu yang merasa tak nyaman dengan sesuatu, selamat ya. dan, siapapun kamu yang merasa lelah tapi masih berdiri, nggak ada ungkapan lain, kamu keren.              Secara nggak langsung aku yakin kamu sadar kalau masalah-masalahmu just push you up . Memaksa kamu menjalani hari-hari mu dengan perasaan tak nyaman, pikiran yang terus terbawa, atau perasaan kurang enak lainnya. Memang bukan hal yang wajar dan membuat kamu nyaman, tapi terkadang kita memang tidak punya pilihan. Semoga kamu selalu ingat ya, semua rasa ketidaknyamanan itu nggak lain adalah cara Tuhan menepuk pundakmu, permulaan cara bahwa Dia ingin kamu dua kali lebih kuat dari yang sebelumnya.               Semoga langkahmu selalu d...

Omong-omong Menikah…

               Berbicara tentang menikah jujur dua tahun yang lalu tepatnya awal pertama aku menginjakkan kaki di Malang, adalah moment yang kadang bikin geli sendiri di saat ini jadi pembicaraan hangat temen-temen kamar Ma’had. Nikah memang moment yang spesial, tapi enggak juga mesti dibahas melulu kan, toh itu juga hal yang InsyaaAllah didapati dalam waktu beberapa tahun ke depan. Terbilang kaget dan gemas sendiri kalau lagi-lagi nikah sedang marak diperbincangkan. Kalau bisa kembali ke waktu itu dan mengutarakan isi pikiranku mungkin hanya cerurutan yang ada di kepalaku haha “Bahas nikah lagi? Apa sih, sekolah dulu kali!”             By the way tiba-tiba membahas nikah bukan berarti aku sedang proses akan menikah juga sih hehehe. Cuman enam bulan belakang, entah kenapa pembahasan ini berasa seru. Mulai dari psikologi wanita dan pria yang ternyata itu seru banget buat dipelajari, mis...

supaya tetep sehat

   Selamat pagi dari kamar karantina :) semoga semua baik-baik saja ya, khsususnya domisili malang yg sedang dingin-dinginnya, asal kamu jangan wkwk. Loh.     Pagi ini seperti biasa belum bisa ikut kegiatan rutin yang ada di pondok. Semua kegiatan dilakukan di dalam kamar tersayang. Lepas subuhan (di kamar) ngelirik satu buku yang bersandar di rak depan, bolehlah kita culik sebentar. Ternyata judulnya "Ide Kecil Untuk Bahagia", hanya tiga kata awal yang kelihatan sewaktu buku masih disana, ternyata lanjutannya 'bahagia', wahhh.     Sampai menulis ini, sebenarnya saya baru menghabiskan 36 halaman hehehe. Tapi isinya cukup buat refleksi diri, kebetulan bagian awalnya sudah menampar. Setelah baca sedikit, ada satu kalimat yang muncul di otak ceunah, yaitu 'your perspective can kills you', agak serem kalau diartiin, intinya hati-hati dalam berprasangka. Why? Yaaa, sebab kita nggak tau bag...

PEMAIN

   Kita adalah pemain sekaligus penyandang beberapa peran di waktu tertentu. Bayi mungil merah yang dilahirkan 40 tahun lalu 'tak lain adalah sumber kebahagiaan di dua punggung yang telah amat menanti, di waktu yang sama, juga sebagai sumber kepenatan mulai dari penjagaan malam hingga membesarkannya.    Lima tahun pertamanya ialah layaknya bayi hingga balita pada umunya, perannya 'tak lain sebagai penyebab rasa bahagia, syukur, penat dan juga semangat bagi kedua orang tuanya, ialah bocah yang sudah mulai mengenal 'aku'nya.    Bergeser pada lima tahun berikutnya, bocah ini mulai lebih mengatur emosinya, berekspresi pada tempatnya dan kedua orang tuanya dengan perasaan yang sama, si bocah sebagai sumber rasa bahagia, syukur, penat dan juga semangat.      Sepuluh tahun berlalu, kita biasa mengenal istilah 'masa mencari jati diri' di fase-fase terakhir. Anak muda memang suka banyak tingkah, banyak ulah, itulah semangat darah muda, kat...

Terima kasih, Ibu dan Ayah!

   Hari ini aku teringat akan pola asuhan Ayah dan Ibu belasan tahun lalu. Bagaimana mereka mengerahkan usaha untuk mendidik putra-putrinya. Meskipun sudah amat sangat lama, rasanya tidak salah untuk membuat resume singkat untuk mengenang upaya mereka di masa kecil dulu hehehe.    Kita mulai dari sosok Ibu yang kupanggil 'Mama' ini. Aku ingat sekali betapa rajinnya ia mengantarkan aku untuk les tambahan sejak TK sampai Sekolah Dasar. Tempat les yang berjarak beberapa rumah hingga harus diantar menggunakan motor. Sayangnya aku tak mengingat bagaimana kesan les tambahan ini. Hal seru yang aku ingat ialah monyet peliharaan yang berada tak jauh dari rumah guru tempat les TK dulu, betapa bahagianya jika sudah melirik monyet ini hahaha :).    Mama adalah guru yang menyenangkan, namun tidak hingga pelajaranku (red : matematika) mulai terasa sulit, les adalah pilihannya. Saat masih Sekolah Dasar tentu sudah mulai diharuskan menghafal perkalian dasar, trik M...

Surat untuk Wai Tsz

                 Thanked to my lovely friends Echa, Ikhsan, and Arni for this project. Well, this is our assignment  when we're senior high school before. I feel dear to thrown it away. Well, enjoy it !  https://drive.google.com/file/d/0ByhzU_IGZ3ukSGZtMEUzOHdWRVE/view?usp=drivesdk  made on 21 Oktober 2016     Jadi, itu tugas rekaman waktu kelas sebelas di SMA dulu. Dibuang sayang. Silahkan copy dan buka di page baru. Selamat menikmati :)

GWERB (1)

Kepada Tuan yang baru di hari ini kita terasa saling dekat. Ada banyak pria, tapi rasa ini, entah mengapa, ada. " Jangan menatapku dengan gaya, Tuan. Nanti aku suka, bagaimana ?" Dan aku terlambat untuk memberi tahu hingga akhirnya kau sukses, sedikit. Huh. Apa-apaan ini.    "Jangan lagi ya, Tuan. Aku khawatir, itu semua akan merubah segalanya. Duniaku, maksudku" Tapi bagaimana bila kau datang lagi, dengan gaya yang sama, gaya yang kau buat itu .  " Tuan, jangan sekarang. Kau boleh datang, tapi tidak saat ini"